Makna yang Disandang Kata Prakiraan

Kata prakiraan berpangkal pada prakira. Prakira berpangkal pada bentuk pra- dan kira. Di dalam bahasa Indonesia bentuk pra- memunyai makna yang beragam, tetapi masih bertalian. Hal itu bergantung pada kata yang digabung dengan pra-:
  1. Pra- bermakna (di) muka, misalnya prakata;
  2. Pra- dipakai dengan makna ‘sebelum’ atau ‘mendahului’; misalnya prasejarah, pra-Perang Dunia I;
  3. Pra- dapat juga bermakna sebagai ‘persiapan’, misalnya prasekolah, praseminar, prapromosi;
  4. Pra- bermakna ‘terjadi’ atau dilakukan sebelum peristiwa’ atau ‘perbuatan lain terjadi’; misalnya, prasangka (prejudice), pracampur (premix), prarekam (prerecord);
Kata kira dapat bermakna ‘menaksir, berhitung’. Misalnya Hendaklah kaukira dulu, berapa rupiah yang akan kaubelanjakan itu. Kata prakira mengandung unsur makna ‘hitung’ dan ‘sebelumnya’. Jadi, kata prakira berbeda maknanya dengan kira-kira yang juga berasal dari kata yang sama.

Dari kata prakira dapat dibentuk kata memprakirakan yang bermakna ‘menghitung sebelumnya’ dan hasilnya disebut prakiraan yang bermakna ‘menghitung sebelumnya’. Prakiraan adalah hasil memprakirakan, sedangkan prosesnya disebut pemrakiraan. Bandingkan dengan menulis, penulisan, dan tulisan.

Prakiraan cuaca digunakan dalam bidang meteorologi sebagai padanan weather forecast. Keadaan cuaca yang akan terjadi dapat diharapkan sesuai dengan perhitungan sebelumnya. Itu pula agaknya mengapa weather forecast tidak dijadikan porkas cuaca. Di samping itu, padanan prakira untuk forecast memungkinkan kita terhindar dari keharusan menggunakan istilah peramal atau juru ramal, atau ahli ramal untuk para forecasters karena kita dengan mudah dapat membentuk juru prakira atau ahli prakira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.