Sekilas Kegiatan Lomba Cipta Puisi Indonesia Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2016 – Kantor Bahasa Bengkulu

Berikut ini adalah beberapa tautan berita terkait Lomba Cipta Puisi Indonesia Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2016 yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Nelayan Nasional oleh Kantor Bahasa Bengkulu bekerja sama Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu. Kegiatan tersebut bertema “Karakteristik Kemaritiman dalam Puisi”.
Berita #1

Lomba Cipta Puisi Spektakuler

Sumber berita: http://bengkuluekspress.com/lomba-cipta-puisi-spektakuler/

Sumber Gambar: http://bengkuluekspress.com/

BENGKULU, BE– Lomba Cipta Puisi Indonesia (LCPI) Pekan Nelayan dan Kemaritiman tahun 2016
dengan tema “Karakterisik Kemaritiman dalam Puisi” diselenggarakan Kantor Bahasa Bengkulu berlangsung spektakuler. Perlombaan diikuti mulai jenjang SD, SLTP, SLTA, mahasiswa, guru/dosen, dan umum.
Sedikitnya 2000 peserta terdaftar memadati areal Sport Center sayap kiri untuk melakukan registrasi, selanjutnya peserta diberikan kaos bertuliskan ” Aku Cinta Bengkulu” disertai formulir dan kupon peserta.
Kemudian peserta dibagi dalam beberapa titik, ada yang berada di kawasan Sport center ada juga di sepanjang bibir pantai panjang, Kota Bengkulu. Terlihat peserta sangat antusias mempromosikan wisata Bengkulu lewat puisi.
Fitriyani, guru SMPN 20 Kota Bengkulu sangat mengapresiasi LCPI, selaku guru pendamping bagi anak-anak didiknya menegaskan kegiatan seperti ini selain mengasah kemampuan anak melalui ide-ide dimuat dalam puisi, anak bisa sebagai duta wisata didaerahnya. “Ini membantu anak-anak bagaimana menuliskan idenya lewat puisi, ” katanya.
Hal sama dengan peserta puisi kategori umum, Syakirin menuturkan hal-hal semacam ini mestinya lebih digalakkan. Selain melibatkan pelajar LCPI kategori umum memberikan kesempatan bagi para orang dewasa yang bisa menyampaikan ide, gagasan alam wisatanya.
”Bukan hanya menikmati wisata bahari, wisata alam, namun bagaimana kita bisa mencurahkan ide yang dimuat dalam sebuah karya seperti puisi, ” katanya.
Bukan hanya karena hadiah dijanjikan besar, namun dirinya selaku pecinta sastra ingin berkompetisi dalam penulisan puisi “Ya siapa tahu saya juga menang, ” harapnya.
Membludaknya jumlah peserta LCPI juga mendapat apresiasi Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti. Orang nomor satu di provinsi Bengkulu itu, usai penyerahan bantuan Dapur umum pada pucak pekan nelayan dan kemaritiman, di Sport Center.
Pada kesempatan itu, Gubernur Bengkulu di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, S.Ag., M.M., Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Karyono S.Pd., M.Hum. dan pejabat lainnya. Gubernur pun mengambil dua karya puisi yakni jenjang SD dan Guru dan Dosen, dan dibacakan. Ia meminta agar kegiatan ini terus ditingkatkan.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman S.Ag pun berterimakasih kepada kepala Kantor Bahasa Bengkulu, yang telah sukses dalam mengerahkan massa LCPI. “Ini kerjasama Dispendik dan Kantor Bahasa, seluruh pelaksanaanya diserahkan kepada Kantor Bahasa Bengkulu , ” bebernya. Pihaknya akan terus berkoordinasi dan mengendakan kegiatan dalam pengerahan massa yang lebih besar,” katanya.
Sementara itu Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Karyono SPd.,M.Hum sangat bersyukur, program LCPI berjalan sukses, dan jumlah peserta lomba terbanyak diawal tahun 2016.
“Mengerahkan 2000 massa sangat luar biasa, dan ini berkat kerjasama semua pihak, terlebih Dikbud Kabupaten/kota, serta universitas ” katanya.
Karya puisi yang sudah dikumpulkan ke panitia akan dilakukan penilaian, dan dilakukan se independen mungkin. Agar menghindari prasangka tim juri bukan hanya dari Bengkulu, namun melibatkan pihak luar. Beberapa juri yang terlibat dalam Cipta Puisi Indonesia itu antara lain, guru besar Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr Agus Nuryatin, M. Hum., Prof. Dr Teguh Supriyanto, M. Hum. ( Unnes) Prof. Dr Suwardi Indraswara, M. Hum. (Universitas Negeri Jogjakarta), Balai Bahasa Jogjakarta, Dr Tirto Suwondo, M. Hum. Ka. Balai Bahasa Jateng, Drs Pardi M.Hum, Badan Bahasa Dr Ganjar Harimansyah, M. Hum. Ka Balai Bahasa Kalimantan, Drs Imam Budi Utomo, M. Hum. Ka Balai Bahasa Padang, Drs. Agus Sri  Danardana,  M.Hum, Prof. Dr. Syanurdin, M.Pd. Rektor UNIHAZ Bengkulu, Drs. Herman Suryadi, M.Pd. Kepala Kantor Bahasa Bengnkuli Karyono, S.Pd, M.Hum,  dan 4s juri dari UNIB.
Penilaian LPCI meliputi aspek kesesuaian isi dengan tema, amanat yang disampaikan, kesimbangan dalam komposisi, kepaduan unsur puisi, keindahan diksi, gaya bahasa dan citraan. Sistem penilaianya tertutup, juri tidak mengetahui nama pemilik karya, karena nama pemilik puisi akan dipotong dan diganti dengan kode nomor “Siapa nama peserta dan juri tidak saling kenal, ” katanya.
Dari 2000an karya yang dikumpul, akan diambil 24 pemenang, pemenang I hingga IV. Dari 24 karya pemenang tersebut, gubernur akan memilih satu karya terbaik yang akan dibingkai. Selanjutnya seluruh hasil karya peserta akan dimuat dalam buku antologi Puisi. “Setelah terkumpul 2000 karya akan dibukukan karya anak bangsa dengan tema ‘karakteristik kemaritiman dalam puisi’. Buku tersebut akan diberi judul Aku Cinta Bengkulu dalam Puisi di Bibir Pantai Panjang Bengkulu,” jelasnya. Pemenang LCPI akan diumumkan 29 April 2016, dan penyerahan hadianya akan dilakukan pada hari Pendidikan nasional mendatang, tandasnya. (247)
Berita #2

Masyarakat Antusias Ikuti Lomba Cipta Puisi Kemaritiman

Sumber berita: http://bengkuluprov.go.id/2016/04/09/masyarakat-antusias-ikuti-lomba-cipta-puisi-kemaritiman/

Sumber Gambar: http://bengkuluprov.go.id

Kominfonews – (9/4) Lomba cipta puisi yang diselenggarakan dalam rangka memperingati pekan nelayan dan kemaritiman yang dilaksanakan di sport center pantai panjan. Lomba cipta puisi yang di ikuti pelajar, mahasiswa dan umum ini dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu.
Peserta lomba cipta puisi ini sangat antusias menciptakan puisi tentang karakteristik kemaritiman, salah satunya siswa sekolah dari SMA 3 Kabupaten Seluma yang sangat antusias mengikuti lomba cipta puisi yang diselenggarakan dalam memeriahkan pekan nelayan dan kemaritiman.
“Ini merupakan pertama kali kami mengikuti lomba cipta puisi, sebelumnya belum pernah mengikuti lomba cipta puisi. Kami ikut lomba puisi ini turut berpartisipasi dalam pekan nelayan yang diselenggarakan ini, ternyata menulis puisi sangat asyik dan menyenangkan dan jika ada lomba seperti ini lagi Insya Allah kami akan ikut,” terang Agung siswa kelas 10 SMA 3 Kabupaten Seluma.
Ini merupakan wadah untuk menampung sastrawan – satrawan Bengkulu dalam menciptakan puisi, terutama puisi tentang kemaritiman, serta untuk menggali potensi penulis dan menciptakan puisi bagi pelajar dan mahasiswa dalam mencintai bahasa indonesia.
“kami panitia tidak menyangka bahwa antusias masyarakat bengkulu sangat tinggi dalam mengikuti lomba cipta puisi karakteristik kemaritiman dalam puisi. Kami melaksanakan lomba cipta puisi ini bekerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, dalam memeriahkan pekan nelayan dan kemaritiman Provinsi Bengkulu,” terang salah satu panitia lomba cipta puisi. (ctr/more)
Berita #3

2000 Peserta Ikuti Lomba Cipta Puisi Kemaritiman

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Memperingati hari nelayan nasional, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar lomba cipta puisi Indonesia di area wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu, Sabtu (09/04/2016). Sebanyak 2000 peserta mengikuti lomba yang mengangkat tema karakteristik kemaritiman dalam pusi tersebut.
“Peserta yang ikut terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, SLTA, mahasiswa, guru dan dosen serta umum,” ujar Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Karyono.
Dikatakan, Karyono, untuk penilaian pihaknya mendatangkan sebanyak 12 juri yang berasal dari berbagai daerah di indonesia yang paham dengan tema yang telah di tetapkan.
Salah satu peserta lomba cipta puisi, sukmar  berharap lomba seperti ini  dapat membuka realita bahwa nasib nelayan di indonesia masih tertindas dan membutuhkan perhatian.
“Selama ini nelayan tertindas dengan teknologi yang tertinggal,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti juga ikut membacakan hasil karya peserta lomba tingkat sekolah dasar serta tingkat guru dan dosen. (Dil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.