SEMINAR NASIONAL BAHASA DAN SASTRA

TEMA

 “TANTANGAN PENELITIAN BAHASA DAN SASTRA BERBASIS KEARIFAN LOKAL

DENGAN PERSPEKTIF GLOBAL”

Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi turut memengaruhi perkembangan pola pikir dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Perkembangan pola pikir tersebut tidak hanya memiliki dampak positif tetapi juga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Nilai-nilai luhur sebagai suatu kearifan lokal yang tertanam dalam sanubari bangsa Indonesia mulai terkikis seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Kecintaan terhadap kebudayaan lokal sebagai warisan leluhur mulai memudar, tereliminasi oleh budaya global. Kecintaan terhadap budaya global dianggap menjadi sebuah kelumrahan. Hidup dengan budaya yang penuh dengan kekerasan dan anarkisme dianggap sebagai suatu “kewajaran”. Kesantunan dalam bersikap dan berbahasa, rasa saling menghormati dan saling menghargai, serta nilai-nilai religius mulai tergerus oleh kebudayaan global.

Era globalisasi yang ditandai dengan arus komunikasi dan informasi yang begitu dahsyat telah membuat sebagian masyarakat merasa lebih hebat dan lebih bangga menyelipkan berbagai kata asing dalam berbahasa Indonesia. Penggunaan istilah-istilah asing dalam setiap aspek kehidupan dianggap sebagai sebuah kemajuan yang harus diikuti. Padahal, istilah-istilah tradisional yang terkandung dalam sastra Indonesia dan daerah memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembentukan karakter bangsa. Modernisasi telah mengikis budaya lokal menjadi budaya global. Kebudayaan global telah menggerus nilai-nilai moral yang terkandung dalam bahasa dan sastra Indonesia dan daerah. Lebih parahnya lagi, kondisi umum yang menimpa bahasa Indonesia dan daerah di era globalisasi sudah menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Banyak bahasa daerah yang mengalami pelemahan posisi dari hari ke hari, sehingga bukan tidak mungin mengalami kecenderungan menuju ke arah kepunahan. Situasi ini menuntut pengambil kebijakan di bidang kebahasaan untuk bekerja lebih keras menyempurnakan dan meningkatkan semua sektor yang berhubungan dengan masalah pembinaan bahasa.

Di satu sisi bahasa Indonesia berkembang semakin pesat. Sementara di sisi lain peluang dan tantangan terhadap penelitian bahasa dan sastra Indonesia dan daerah semakin besar pula. Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan perubahan sosial yang sewaktu-waktu datang dan menjelma dalam sikap dan perilaku sosial masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, melalui seminar nasional yang bertajuk “Tantangan Penelitian Bahasa dan Sastra Berbasis Kearifan Lokal dengan Persfektif Global” diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi para peneliti dan pemangku kepentingan untuk menghasilkan suatu kebijakan serta kajian-kajian kebahasaan dan kesastraan sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. 

Tujuan:

  1. Melestarikan nilai-nilai kearifan lokal melalui penelitian bahasa dan sastra
  2. Meningkatkan peran dan mutu penelitian bahasa dan sastra dalam membangun karakter bangsa
  3. Mengembangkan pendidikan bahasa dan sastra berbasis kearifan lokal
  4. Memartabatkan bahasa Indonesia pada ruang publik dalam membangun karakter bangsa

Subtema

  1. Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Global
  2. Pengembangan Pendidikan Bahasa dan Sastra Berbasis Kearifan Lokal
  3. Pemartabatan Bahasa Indonesia pada Ruang Publik dalam Membangun Karakter Bangsa
  4. Peran Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah dalam Membangun Karakter Bangsa

Penelaah

Dr. Ganjar Harimansyah, M.Hum.

Dr. Des. Luh Anik Mayani, M.Hum.

Dr. Gumono, M.Pd.

Dr. Sarwit Sarwono, M.Hum.

 

Pemakalah Pendamping

Panitia mengundang para peneliti, dosen, wartawan, mahasiswa, guru, pemerhati bahasa, dan masyarakat yang peduli terhadap bahasa dan sastra Indonesia dan daerah untuk menulis makalah. Makalah yang sudah direvisi akan diterbitkan dalam prosiding ber-ISBN dan pemakalah akan mendapatkan prosiding secara cuma-cuma

 

Fasilitas

Perlengkapan seminar, sertifikat, kudapan, makan siang, dan gratis biaya pendaftaran

 

Sistematika Penulisan Makalah

  1. Judul (nama penulis ada di bawah judul dan afiliasi), abstrak (berbahasa Indonesia dan Inggris), kata kunci, pendahuluan, pembahasan, simpulan, dan daftar pustaka
  2. Panitia hanya menerima makalah lengkap berbahasa Indonesia.
  3. Makalah lengkap dan abstrak ditulis dengan huruf Times New Roman berukuran 12 pt, antara 5—7 halaman, spasi 1, ukuran kertas A4, margin kiri 2,5 cm, margin kanan, atas, dan bawah 2 cm. Abstrak maksimal 200 kata, dilengkapi biodata, serta nama dan asal lembaga
  4. Salindia (power point) 7—10 halaman.
  5. Abstrak dan makalah dikirim ke alamat posel seminasbahasa@gmail.com (untuk makalah bahasa), seminassastra@gmail.com (untuk makalah sastra)

 

Jadwal Penting

Batas waktu penerimaan makalah: 22 September 2018.

Pengumumam makalah yang lulus seleksi: 27 September 2018.

Batas waktu penerimaan salindia: 1 Oktober 2018.

Pelaksanaan seminar: 8—9 Oktober 2018.

 

Tempat Pelaksanaan

Hotel Nala Seaside, Pantai Panjang, Kota Bengkulu

 

Narahubung

  1. Syamsurizal, S.S., M.Pd. (081363114425)
  2. Dendi Wijaya, S.Pd., M.Hum. (081388444656)
  3. Anita Iriani, S.I.Kom. (082377588183)

 

Sekretariat

KANTOR BAHASA BENGKULU

Jalan Zainul Arifin No. 2, Singaranpati, Kota Bengkulu (38225), Telepon (0736) 7328998, Faksimile (0736) 7328998

 

Lampiran:

Poster Seminar