Bimbingan Teknis Penulisan Cerpen Berbahasa Darah bagi Siswa SMP di Kota Bengkulu, 23–25 Maret 2022

Kegiatan bimtek bagi siswa SMP di Kota Bengkulu ini sudah usai. Tiga hari yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan sudah tercatat dalam kenangan semua peserta, panitia, dan narasumber tentunya. Awalnya kegiatan ini berupa Apresiasi Sastra bagi Siswa SMP saja tetapi mengingat tanggal 21 Februari yang lalu, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu telah mengadakan Webinar Hari Bahasa Ibu Internasional dengan tema ”Upaya Merevitalisasi Bahasa Daerah Bengkulu dalam Mata Pelajaran Muatan Lokal” maka terlintas keinginan untuk memasukan unsur bahasa daerah ke dalam kegiatan ini. Terang saja, kegiatan ini semakin menarik dan memiliki keunikan tersendiri.

             Sungguh suatu pemandangan yang menarik ketika anak-anak yang masih berseragam putih biru ini disuguhkan suatu penalaran yang harus diungkapkan dengan menggunakan bahasa daerah yang mereka kuasai. Di wajah mereka yang setengah ditutupi masker itu tampak rasa bingung dan bimbang yang mendera. Bahkan, ada juga sebahagian dari mereka yang takut karena tidak pandai berbahasa daerah. Hal ini menggelitik kami, panitia dan narasumber yang benar-benar melancarkan bermacam jurus pendekan kepada mereka sehingga rasa takut, bimbang, dan ragu itu menghilang dan berubah menjadi semangat untuk menulis dengan bahasa ibu mereka.

             Panitia telah mengemas kegiatan ini dengan sedemikian rupa, mulai dari mengarahkan mereka untuk mengenal dunia kepenulisan dengan teknik menulis dan teknik pengembangan ide hingga teknik mengemas sebuah cerita sehingga menarik untuk dibaca oleh orang lain. Materi Teknik Menulis Cerita disampaikan oleh Ibu Maya Prasnsiska, M.Pd. yang merupakan fasilitator literasi yang ada di Provinsi Bengkulu. Beliau tinggal di Kabupaten Bengkulu Selatan dan merupakan seorang Guru Bahasa Indonesia yang mengajar di SMPN 1 Bengkulu Selatan. Ibu Maya adalah penutur jati bahasa Serawai dan sangat produktif menulis dalam bahasa ibunya. Ia sangat terkesan dengan beberapa peserta yang merupakan pelajar di Kota Bengkulu tetapi masih menggunakan bahasa Serawai dengan baik. Tentu hal ini harus menjadi acuan bagi kita semua bahwa upaya pelestarian suatu bahasa daerah itu dimulai dari rumah dan dilakukan oleh para orang tua. Diharapkan, kondisi seperti ini menjadi perhatian bagi orang tua yang kurang memperhatikan penggunaan bahasa daerah dalam kelaurga mereka.

             Kemudian, Materi Teknik Pengembangkan Ide disampaikan oleh Denis Kurniawan, S.Pd. yang juga merupakan fasilitator literasi di Perovinsi Bengkulu. Kak Denis (panggilan akrabnya) adalah seorang seniman dan sastrawan Bengkulu yang juga aktif di dunia puisi dan teater terutama pembinaan ekstrakurikuler sekolah. Hasil pemantauan beliau terhadap kegiatan ini, ternyata banyak dari peserta yang masih bingung untuk mendapatkan ide sendiri tetapi sangat mudah mengeksekusi sebuah cerita ketika ide cerita ditentukan sebelumnya. Mungkin saja hal ini disebabkan karena adanya pola pengajaran yang berbeda yang dirasakan oleh anak-anak ini. Makulum saja, mereka adalah anak-anak berseragam putih biru yang lahir di masa pandemi. Lebih dari satu tahun, mereka belajar hanya menatap layar tetapi hari ini belajar dengan menatap pemateri, bahkan dengan menggunakan bahasa daerah pua. Terang saja suasana sedikit tegang dan penuh keheningan. Bisa jadi, munculnya Program Merdeka Belajar Revitalisasi Bahasa Daerah hasil dari pemantauan kondisi anak-anak Indonesia tidak sama seperti mereka.

             Sementara itu, pada hari ke-3, Pemateri yang dihadirkan adalah Darwin Susianto, salah seorang pemenang sayembara menulis cerita rakyat Bengkulu yang dibuat dalam bahasa Rejang. Materi yang beliau sampaikan adalah Teknik Mengemas Cerita Pendek Berbahasa Daerah, diharapkan peserta dapat menggali ilmu sebanyak mungkin dari beliau agar setelah kegiatan ini akan cerpenis muda Bengkulu yang melahirkan cerper berbahasa daerah. Pada sesi ini peserta harus membuat sebuah cerita yang menarik dengan tema kekinian dan dievaluasi sebagai bentuk pengukuran keberhasilan kegiatan ini.

             Akhirnya, seluruh panitia, Yanti Riswara, M.Yusuf, Anita Iriani, Amelia, dan Zaleha mengucapkan terima kasih kepada semua peserta dan narasumber karena telah menyukseskan kegiatan ini dari hari pertama hingga hari ketiga. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada semua Kepala sekolah yang telah menugaskan peserta didik mereka untuk menjadi peserta pada kegiatan ini dan hal ini juga tidak lepas dari bantuan Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP yang juga merupakan Kepala SMPN 22 Kota Bengkulu, Ibu Septa Lena, M.Pd. yang responsif terhadap kegiatan ini. Ysf.

Tautan Foto-foto Kegiatan       

http://ringkas.kemdikbud.go.id/penulisancerpen