Dari Duta Bahasa untuk Kemajuan Literasi Bangsa Indonesia

Penulis: Fachry Ganesha dan Windu Cahya Maharani

Di era sekarang, kemajuan suatu negara tidak lagi bergantung pada stabilnya persoalan ekonomi dan politik saja, tetapi juga pada tingginya tingkat literasi bangsanya. Halinilah yang sedang digaungkan oleh pemerintah kita. Di Indonesia, generasi muda memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi. Mereka memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan bangsa melalui kontribusi dalam pengembangan kebudayaan dan identitas nasional. Secara tidak langsung, peran generasi muda dalam memajukan literasi harus menjadi prioritas. Peran mereka dalam memajukan literasi adalah kunci dalam membangun fondasi intelektual dan budaya bangsa yang kuat, yang akan berdampak positif pada kemajuan dan keberlanjutan masa depan bangsa. Hal ini pulalah yang seharusnya menjadi alasan bagi para generasi muda untuk terus akrab dengan budaya literasi, sehingga melahirkan pemimpin bangsa yang literat.

Generasi muda perlu menyadari bahwa membudayakan literasi merupakan hal penting bagi identitas bangsa Indonesia. Menurut Lilik Herawati (2017), budaya literasi sangat berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang melek terhadap pengetahuan dan membentuk bangsa yang berkualitas. Sebagai penggerak masa depan, generasi muda bertanggung jawab untuk meningkatkan budaya literasi. Sebab, dengan membudayakan literasi ini diharapkan, kita bisa menciptakan masyarakat yang berpengetahuan untuk membentuk kekuatan bagi kemajuan bangsa. Kemudian, generasi muda juga pemegang kunci untuk mengakses pengetahuan, pemikiran kritis, dan pemahaman mendalam tentang sejarah dan nilai-nilai yang mengikat kita. Dengan kesadaran akan pentingnya budaya literasi ini, generasi muda harus menjadi agen perubahan di Indonesia untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kehidupan masa depan yang cerah.

Saat ini, banyak masyarakat khususnya generasi muda beranggapan bahwa kewajiban untuk meningkatkan literasi guna memajukan bangsa hanyalah menjadi tanggung jawab dan tugas mutlak dari duta bahasa semata. Namun, perlu kita ketahui bahwasanya setiap generasi muda adalah duta bahasa. Dengan kata lain, generasi muda yang sudah memahami dan mencoba mengimplementasikan Trigatra Bangun Bahasa. Ini adalah konsep penting yang harus dimengerti oleh generasi muda. Konsep ini melibatkan tiga aspek utama dalam memahami bahasa, yaitu pemahaman, penggunaan, dan pengembangan bahasa. Dengan memahami dan menguasai ketiga aspek ini, generasi muda dapat menjadi duta bahasa yang aktif dalam mempromosikan dan membudayakan literasi di masyarakat. Dengan kapasitas dan kesempatan yang dimiliki, sudah seyogianya duta bahasa dapat berperan secara lebih konkret dan progresif di masyarakat melalui kegiatan krida bahasa.

Kata krida dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia merujuk pada tindakan atau perbuatan. Dalam konteks ini, krida bahasa mengacu pada langkah-langkah atau tindakan yang berkaitan dengan pengembangan, pelestarian, dan penguasaan bahasa. Saat ini, kita menghadapi berbagai tantangan dalam perkembangan bahasa di dunia, sehingga perlu kita atasi. Salah satunya adalah ancaman terhadap perkembangan bahasa Indonesia, yang harus bersaing dengan sejumlah bahasa besar di dunia. Kemudian, berbenturan dengan sikap bahasa penutur bahasa Indonesia yang cenderung menurun dari waktu ke waktu. Selain itu, kita juga menghadapi situasi berkurangnya penutur bahasa daerah di sejumlah suku bangsa di Indonesia. Jika situasi ini terus berlanjut tanpa tindakan yang tepat, hal ini dapat mengakibatkan hilangnya warisan budaya bangsa kita.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugas bagi generasi muda khususnya duta bahasa untuk mengambil peran penting dalam mengatasi semua tantangan dan situasi ini. Kita harus menyusun strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi dengan cara lebih kreatif dan inovatif. Dalam hal ini, kreativitas dan semangat berbagi konsep berfikir kritis menjadi kunci utama. Dengan bersama-sama, kita mampu membangun budaya yang baru, terutama dalam konteks literasi di era industri 4.0 (Bayan, Zhanta. 2015). Dengan demikian, generasi muda akan menjadi tulang punggung dalam menjaga kelestarian bahasa dan sastra serta memastikan bahwa bangsa kita akan menjadi bangsa yang literat di masa depan.

Oleh sebab itu, Duta Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023 menginisiasi sebuah krida bahasa dengan pendekatan budaya yang edukatif, lalu diintegrasikan dengan kebutuhan di media sosial berupa pembuatan komik Cerito Anak Bengkulu. Komik, cerita bergambar ini dapat mengedukasi pembaca, karena memuat pengetahuan mengenai kebahasaan dan kebudayaan suatu daerah yang ada di Provinsi Bengkulu. Komik ini diberi  pengantar dengan bahasa Indonesia agar terwujud prinsip pengutamaan Bahasa Indonesia. Sedangkan, isi dan dialog dalam komik ditulis dalam bahasa daerah. Adapun komik yang sudah kami terbitkan tahun ini adalah komik berbahasa Bengkulu dialek Serawai, komik bahasa Rejang, dan komik bahasa Enggano.

Komik ini juga disajikan dengan material visual secara digital yang diintegrasikan dengan media sosial, seperti Laman, Instagram, dan Tiktok sebagai inovatif dan jawaban atas tantangan perkembangan zaman yang didominasi oleh literasi digital. Kemudian, sebagai jalan peningkatan minat literasi anak, serta merevitalisasi bahasa daerah yang misi akhirnya bermuara pada pernyataan, aktualisasi peran generasi muda dalam mebudayakan literasi untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dengan bangga, kami persebahkan Komik Cerito Anak Bengkulu sebagai program unggulan Duta Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023.

Di masa mendatang, sangat memungkinkan untuk terus menerbitkan komik Cerito Anak Bengkulu ini, karena merupakan upaya (1) eksplorasi tokoh dan latar yang bersejarah di Provinsi Bengkulu, (2) penambahan kosakata bahasa daerah dan dialek yang harus dikenalkan, dan (3) pelibatan tokoh masyarakat dalam proses penyusunan cerita rakyat yang harus dilestarikan. Secara lebih luas dan kontekstual, komik Cerito Anak Bengkulu juga dapat disusun dan diterbitkan dengan mengusung budaya-budaya di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini sejalan dengan misi pengayaan bahan literasi untuk anak yang memuat unsur kearifan lokal. Dengan demikian, sajian bahan bacaan dalam pesta literasi kebahasaan, tidak hanya bahan bahan bacaan yang berasal dari Provinsi Bengkulu, melainkan juga dari seluruh daerah di Indonesia. Menurut kami, inilah peran generasi muda yang optimal untuk kemajuan bangsa.

Kemudian, implementasi pengenalan komik Cerito Anak Bengkulu sebagai bentuk ujiketerbacaan, sejauh ini telah dilaksanakan di berbagai lokasi, yaitu SMPN 07 Kota Bengkulu, SMPN 11 Kota Bengkulu, MTs Nur Rahma Kota Bengkulu, MAN 2 Kota Bengkulu,  SMKN 03 Kota Bengkulu, dan beberapa sekolah lainnya yang sedang dalam konfirmasi penjadwalan. Tidak hanya dalam wujud cetak,  komik Cerito Anak Bengkulu  bisa diakses secara gratis melalui akun instagram @ceritoanakbengkulu,  laman https://ambobengkulu.wordpress.com/, dan disebarluaskan melalui media sosial pribadi milik Duta Bahasa Bengkulu Tahun 2023.  Dalam proses implementasinya, Komik Cerito Anak Bengkulu berhasil menarik minat pembaca. Kata mereka, belum ada bahan bacaan yang mereka temukan sebagus ini. Kemudian, di sisi lain, anak-anak juga sangat antusias menikmati komik Cerito Anak Bengkulu dan saling berdiskusi untuk menerjemahkan isi buku ke dalam bahasa daerah masing-masing. Sehingga secara tidak langsung, terjadi proses transformasi informasi dan pembelajaran bahasa daerah antara penutur jati dengan yang bukan penutur jati  bahasa daerah yang disajikan dalam komik Cerito Anak Bengkulu.  Sementara itu, generasi muda lebih menikmati komik Cerito Anak Bengkulu melalui gawai masing-masing sembari mengisi waktu luang.

Melalui Krida Bahasa komik Cerito Anak Bengkulu, Duta Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023 telah berperan dalam mendokumentasikan dan mempertahankan bahasa daerah, sehingga menjadi satu langkah yang lebih maju dalam mendukung kemajuan Indonesia melalui bahasa dan sastra. Selanjutnya, diharapkan Duta Bahasa dapat mengambil langkah dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia. Terlepas dari cara konsumsinya, tujuan utama dari krida ini adalah memastikan bahwa isi dari komik Cerito Anak Bengkulu diserap dan dimaknai dengan baik, sehingga dapat membangkitkan minat literasi anak-anak dan merawat keberlanjutan bahasa daerah. Ini adalah salah satu cara untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai suguhan yang menarik yang akan dilirik dan diambil dengan antusias oleh semua orang.

Generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan literasi Indonesia untuk kemajuan negara ini. Mereka dapat mengambil langkah-langkah konkret, seperti memahami prinsip-prinsip yang terkandung dalam Trigatra Bangun Bahasa. Contoh positif yang diberikan oleh Duta Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023, semoga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia lainnya untuk berperan aktif, berinovasi, dan berkreasi dalam mempromosikan literasi sebagai implementasi dan aktualisasi peran mereka dalam pengembangan literasi demi kemajuan bangsa. Dengan kesadaran akan tanggung jawab mereka sebagai pewaris budaya, generasi muda berpotensi menjadi agen perubahan yang membawa literasi Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan demikian, mereka akan memegang kunci untuk membentuk masa depan bangsa yang lebih cerah dan berbudaya luhur.

Upaya Penyediaan Layanan Profesional Badan Bahasa bagi Masyarakat

Upaya Penyediaan Layanan Profesional Badan Bahasa bagi Masyarakat

Dalam rangka penyediaan layanan profesional kebahasaan bagi masyarakat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Badan Bahasa, Kemendikbudristek) melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menggelar Diseminasi Kepakaran Pembinaan Lembaga: Layanan Ahli Bahasa Tahun 2023. Kegiatan ini merupakan salah satu program kemitraan antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan dilaksanakan secara tatap muka di Hotel Santika, Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Diseminasi Kepakaran Pembinaan Lembaga: Layanan Ahli Bahasa Tahun 2023 diselenggarakan dalam rangka menyebarluaskan informasi sekaligus menjaring ide dan gagasan dari penerima manfaat layanan profesional kebahasaan agar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Peserta kegiatan pada hari ini berjumlah 100 peserta yang berasal dari kalangan pendidikan, yaitu dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, praktisi pendidikan, dosen, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan media massa.

Kegiatan Diseminasi Kepakaran Pembinaan Lembaga: Layanan Ahli Bahasa Tahun 2023 yang dilaksanakan hari ini dihadiri oleh anggota Komisi X DPR RI, drh. H. Dewi Coryati, M.Si. bersama dua tenaga ahlinya, yaitu Harialyyanto Nurcahyo Ardhi dan Herlina Anggorowati dan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati, M.Hum.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah Layanan Profesional Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Layanan Profesional melalui Superaplikasi Halo Bahasa, dan Layanan Ahli Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Superaplikasi Halo Bahasa

Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat, diperlukan peningkatan kualitas layanan dan perluasan jangkauan layanan Badan Bahasa serta diperlukan model layanan yang lebih inovatif. Berkaitan dengan hal itu, Badan Bahasa membuat inovasi pelayanan berbasis teknologi dengan nama Halo Bahasa.

Aplikasi ini dibangun sebagai sebuah bentuk inovasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Layanan ini mengintegrasikan semua produk dan semua layanan hanya dalam satu superaplikasi telepon pintar. Sebagai sebuah superaplikasi, Halo Bahasa dapat digunakan dalam sistem operasi berbasis Android dan iOS.

Ada tiga layanan utama yang disediakan oleh Halo Bahasa, yaitu layanan Lapor, Kegiatan, dan Konsultasi. Masyarakat dapat melaporkan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan melalui fitur Lapor. Aplikasi ini juga menjadi wadah untuk berbagi kegiatan/program kebahasaan dan kesastraan, baik kegiatan dari lembaga pemerintah/swasta maupun kegiatan dari masyarakat melalui fitur Kegiatan. Selain itu, melalui fitur Konsultasi, masyarakat dapat melakukan konsultasi kebahasaan. Pertanyaan yang disampaikan melalui fitur Konsultasi akan dijawab oleh ahli bahasa.

Selain menyediakan layanan kebahasaan, melalui aplikasi Halo Bahasa, masyarakat dapat mengakses produk kebahasaan sebagai berikut.

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI,
  2. Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI,
  3. Ejaan yang Disempurnakan atau EYD,
  4. Padanan Istilah atau PASTI,
  5. Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA Daring,
  6. Buku Digital dan Buku Audio yang berisi buku bahan bacaan pendukung literasi,
  7. Penerjemahan Daring atau Penjaring,
  8. Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia,
  9. Korpus Indonesia atau Koin,
  10. Data Pokok Kebahasaan atau Dapobas,
  11. Ensiklopedi Sastra Indonesia,
  12. dan produk lain yang akan terus

Layanan Ahli Bahasa

Sebagai upaya untuk mewujudkan Badan Bahasa yang bermartabat dan bermanfaat, Badan Bahasa menyediakan layanan profesional yang dapat diakses oleh institusi pemerintah, swasta, organisasi profesi, masyarakat umum, dan perseorangan. Salah satu layanan yang diberikan kepada masyarakat adalah layanan ahli bahasa. Ahli bahasa adalah orang yang memiliki keahlian di bidang kebahasaan dan memenuhi kriteria tertentu yang ditandai dengan sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Layanan kebahasaan dan kesastraan berupa penyediaan narasumber, juri, penyuluh, penyunting, ahli bahasa perundang-undangan, ahli bahasa peradilan, instruktur literasi, penerjemah, pengajar BIPA, dan pendamping bahasa. Untuk mendapatkan layanan kebahasaan dan kesastraan tersebut, masyarakat dapat mengajukan surat yang ditujukan kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau kepada Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra dan dikirim melalui pos-el pusbin.badanbahasa@kemdikbud.go.id atau agenda.pusbin@gmail.com.

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Upayakan Internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui Krida Duta Bahasa: Sosialisasi BIPA Bagi Generasi Muda Provinsi Bengkulu

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Upayakan Internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui Krida Duta Bahasa: Sosialisasi BIPA Bagi Generasi Muda Provinsi Bengkulu

Jalinan Media- Dalam upaya meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional sesuai amanat undang-undang, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melaksanakan program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Sejalan dengan itu, Duta Bahasa Provinsi Bengkulu sebagai mitra Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu ikut serta menjalankan program interasionalisasi bahasa Indonesia dengan melaksanakan Krida Duta Bahasa dengan tema: Sosialisasi BIPA bagi Generasi Muda di Provinsi Bengkulu pada Senin (19/5). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Hotel Adeeva, Kota Bengkulu.

            Kegiatan ini diikuti oleh 100 generasi muda Provinsi Bengkulu yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu serta Duta Selingkup Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Syahjudin, M.Pd., didampingi oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., narasumber kegiatan, Ildi Kurniawan, M.Pd., dan ketua panitia kegiatan, Sendy Safrianto.

            Dalam sambutannya, Syahjudin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu yang telah mewadahi anak muda Bengkulu, dalam hal ini Duta Bahasa Provinsi Bengkulu, untuk menyelenggarakan kegiatan dengan menghadirkan 100 generasi muda Provinsi Bengkulu. Ia juga menuturkan dukungan penuh atas upaya internasionalisasi bahasa Indonesia melalui Program BIPA ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengatakan bahwa kegiatan Sosialisasi BIPA bagi Generasi Muda di Provinsi Bengkulu ini bertujuan untuk memartabatkan bahasa Indonesia serta menyosialisasikan BIPA kepada generasi muda di Provinsi Bengkulu. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi dalam memartabatkan bahasa Indonesia melalui unggahan-unggahan di media sosial. Harapannya, melalui kegiatan ini jejaring ke-BIPA-an di Provinsi Bengkulu akan semakin kuat dan bahasa Indonesia semakin bermartabat. (SF)

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan Sosialisasi Program Pembinaan Literasi Generasi Muda di Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan Sosialisasi Program Pembinaan Literasi Generasi Muda di Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu

 

Jalinan Media– Jumat, 16 Juni 2023, Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Badan Penegmbangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan kegiatan Sosialisasi Program Pembinaan Literasi Generasi Muda di Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga program prioritas Badan Bahasa, selain revitalisasi bahasa dan sastra daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi X DPR RI, drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si. didampingi oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si. dan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum. 

Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati menyampaikan, salah satu penilaian dari skor PISA yang sangat rendah adalah literasi, penilaian itu adalah kemampuan membaca dan mampu memahami apa yang ada di dalamnya. Dalam hal ini saya mengimbau kepada teman-teman semua agar dapat menularkan semangat gemar membaca sedari dini dan semoga ke depannya diharapkan kita punya pendidikan atau bimtek bagaimana membaca nyaring dan dimulai dari guru-guru PAUD agar kebiasaan tersebut dapat ditularkan ke generasi yang lebih muda.

“DPR RI khusunya komisi X sangat mengapresiasi program pembinaan literasi generasi muda, dengan terselenggaranya kegiatan ini menandakan bahwa kita sama-sama berkolaborasi menyukseskan program-program prioritas Badan Bahasa, yaitu Literasi Kebahasaan dan Kesastraan, Pelindungan Bahasa dan Sastra, dan Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Selanjutnya, program prioritas tersebut diturunkan menjadi beberapa program unggulan salah satunya adalah Penyediaan bahan bacaan untuk jenjang PAUD dan SD untuk Gerakan Literasi Nasional,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bapak Hafidz Muksin, M.Si., mengatakan bahwa hasil AN 2021 konsisten dengan hasil PISA 20 tahun terakhir yang menunjukkan bahwa skor literasi membaca peserta didik di Indonesia masih rendah dan belum berubah secara signifikan di bawah rata-rata peserta didik di negara OECD. Hasil Asesmen Nasional (AN) 2021 juga menunjukkan bahwa Indonesia mengalami darurat literasi: 1 dari 2 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum literasi. Oleh karena itu, Gerakan Literasi Nasional (GLN) bertujuan membangun budaya literasi, menyiapkan generasi Emas Indonesia 2045, serta melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

” Pada tahun 2022, Kemendikbudristek melalui kolaborasi Badan Bahasa, BSKAP, Ditjen PDM, dan Ditjen GTK meluncurkan Program Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia: 15 juta eksemplar buku untuk 20 ribu PAUD dan SD yang paling membutuhkan,” jelas Muksin.

Lebih lanjut Muksin mengatakan bahwa Badan Bahasa melakukan peningkatan mutu fasilitator pendampingan pemanfaatan buku literasi dan modul literasi numerasi tingkat pusat, regional, dan kabupaten

  1. Tingkat pusat: 29 orang (perwakilan unit utama kemendikbudristek, Inovasi, Litara, FTBM, Mutiara Rindang, Reading Bugs, YLAI)
  2. Tingkat regional: 239 orang (perwakilan tenaga teknis balai/kantor bahasa, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan pegiat literasi)
  3. Tingkat kabupaten: 1.998 orang (perwakilan guru yang sekolahnya menerima buku hibah dari Badan Bahasa dan perwakilan pengawas sekolah).

 Oleh karena itu, Badan Bahasa menjadikan Penguatan Literasi Kebahasaan dan Kesastraan sebagai salah satu program prioritas di Badan Bahasa.

Ditambahkan oleh Kepala KBP Bengkulu Dwi Laily Sukmawati bahwa kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta. “Peserta pada hari ini terdiri atas mahasiswa, pelajar, guru, wartawan, dan unsur masyarakat lainnya yang berada di Kabupaten Rejanglebong,” ujar Lely sapaan akrabnya, Jumat (16/6).

Dilanjutkan Lely, pada kegiatan ini turut diinformasikan terkait dengan peningkatan Literasi di Provinsi Bengkulu.

  1. Kantor bahasa telah berkolaborasi dengan Pihak Angkasa Pura untuk meningkatkan Gerakan Literasi Nasional melalui “Pojok Baca” di Ruang Tunggu Bandara Fatmawati
  2. Kantor bahasa telah berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam menyediakan bahan bacaan di perpustakaan BI dengan nama “Pojok Raflesia Kantor bahasa” yang rencana akan diluncurkan pada tanggal 12 Juli
  3. Dalam waktu dekat, Kantor bahasa akan berkolaborasi dengan Perpustakaan Provinsi Bengkulu dalam “Penyediaan Pojok baca di Lobi Perpustakaan” dan kegiatan Jambore Literasi pada tanggal 11—12 Juli.Tanggal 14—15 kami juga dilibatkan dalam lomba berpidato yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Provinsi.
  4. Disusul juga dalam waktu dekat, Kantor bahasa akan berkolaborasi dengan Perpustakaan Kabupaten Bengkulu tengah dalam penyediaan pojok khusus terbitana kantor bahasa dan pelibatan juri dalam lomba berpidato dan bertutur bagi generasi muda
  5. Terkait pelindungan bahasa daerah: Kantor bahasa telah berkolaborasi dengan RRI dalam siaran berbahasa daerah “Kecek Kito”. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari dengan menggunakan bahasa daerah
  6. Kami juga menerbitkan 3 kamus bahasa daerah (Rejang, Enggano, dan Bengkulu Serawai) serta cerita rakyat berbahasa daerah, dan Buku cerita anak versi terjemahan (Daerah-Indonesia)
  7. Terakhir, kami memiliki majalah berbahasa Indonesia dan Daerah untuk memfasilitasi masyarakat khususnya generasi muda dalam menyalurkan bakat menulisnya. Majalahnya terbit dua kali setahun, dan para penulis akan mendapatkan majalah termasuk honor penulis.

 

“Terkait segala aktivitas kantor bahasa, silakan bapak/ibu bisa membuka laman dan media sosial kantor bahasa,” ungkap Lely.

“Kami berharap niat dan praktik baik ini dapat terus kami lakukan berkolaborasi dengan para pemangku dan masyarakat yan ada di Provinsi Bengkulu. Dan tentu saja kami terus mohon dukungan dari Ibu Dewi Coryati selaku Anggota DPR RI Komisi X,” demikian Lely.

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Mengadakan Bimtek Penyelenggaraan Program BIPA bagi Lembaga Penyelenggara Program BIPA di Provinsi Bengkulu

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Mengadakan Bimtek  Penyelenggaraan Program BIPA bagi Lembaga Penyelenggara Program BIPA di Provinsi Bengkulu

Jalinan Media– Jumat, 10 Juni 2023, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Program BIPA bagi Lembaga Penyelenggara BIPA di Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan agenda lanjutan dari serangkaian kegiatan fasilitasi program ke-BIPA-an di Provinsi Bengkulu tahun 2023. 

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu (KBPB) sebagai perpanjangan tangan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di daerah memiliki tugas untuk meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, serta melaksanakan penyebaran bahasa negara. Untuk menjalankan tugas dan fungsi tersebut, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu melaksanakan program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) sesuai arahan dari KKLP BIPA yang berada di Pusat Penguatan dan Pemberdayaan (Pustanda). 

Kegiatan kali ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai lembaga penyelenggara program BIPA di Provinsi Bengkulu seperti universitas, lembaga kursus, dan perseroan terbatas yang memperkerjakan tenaga kerja asing. 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Ibu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum. Acara pembukaan kali ini juga dihadiri oleh Ketua APPBIPA Pusat, Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd. yang sekaligus menjadi narasumber pada hari pertama. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu pada 9—10 Juni 2023. Bertindak sebagai ketua panitia kegiatan, Jimmy Hendarta, S.S. dan narasumber kegiatan hari kedua, yaitu Dr. Wisma Yunita dan Prof. Dr. Arono, M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu menyampaikan harapan agar serangkaian kegiatan BIPA tahun ini dapat memperkuat jejaring ke-BIPA-an di Provinsi Bengkulu dan ada tindak lanjut yang bisa dilaksanakan oleh peserta sehingga pengembangan program BIPA di Provinsi Bengkulu tidak terhenti hanya pada kegiatan bimtek saja.

“Kegiatan kali ini merupakan kegiatan lanjutan dari serangkaian kegiatan fasilitasi ke-BIPA-an yang dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Kami berharap, Bapak dan Ibu peserta dapat menindaklanjuti kegiatan tersebut sehingga pengembangan program BIPA di Provinsi Bengkulu tidak terhenti hanya pada kegiatan bimtek saja,” pungkas Ibu Laily.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemamparan materi dari para narasumber. Setelah kegiatan ini, kami berharap mulai bermunculan lembaga-lembaga yang melaksanakan program BIPA sehingga jejaring ke-BIPA-an di Provinsi Bengkulu akan semakin berkembang. 

 

"Menjaga Bahasa dan Sastra dari Bumi Raflesia"