Arsip Kategori: Badan Bahasa

Mendikbudristek Apresiasi Jajarannya Atas Capaian SAKIP dan Kinerja Anggaran Tahun 2022

Jakarta, 31 Maret 2023 – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengapresiasi komitmen tinggi jajarannya di semua satuan kerja dan unit kerja yang telah memastikan kebijakan Merdeka Belajar berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Demikian disampaikan dalam acara Penganugerahan Penghargaan Mendikbudristek kepada Unit Kerja dan Satuan Kerja dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Kinerja Anggaran, dan Keterbukaan Informasi Publik Terbaik Tahun 2022, yang berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Senayan, Jakarta, Kamis (30/3/2023).

SAKIP mengukur kesesuaian antara perencanaan dan implementasinya, baik dari sisi pencapaian target kinerja dan penggunaan anggaran; sedangkan kinerja pelaksanaan anggaran mengukur kualitas proses pelaksanaan anggaran dan mengukur kualitas hasil pelaksanaan anggaran, baik dari aspek implementasi maupun aspek manfaat termasuk capaian keluaran (output), capaian hasil (outcome), serta dampak terhadap kinerja organisasi.

Dikatakan Mendikbudristek, prinsip dan orientasi kinerja dalam menjalankan pemerintahan tidak bisa lagi diukur dari bagaimana sebuah kebijakan atau program dikirim ke pemangku kepentingan. Tetapi bagaimana kebijakan dan program tersebut diterima, menjadi sebuah capaian, dan memiliki kebermanfaatan yang masif. Berbagai capaian dan kebermanfataan yang telah terwujud melalui terobosan-terobosan Merdeka Belajar sesungguhnya adalah hasil dari perjuangan seluruh jajaran di Kemendikbudristek dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan.

“Kegiatan Penghargaan Mendikbudristek di bidang SAKIP, Kinerja Anggaran, dan Keterbukaan Informasi Publik ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras Ibu dan Bapak semua,” ucapnya.

Dalam pantauan Menteri Nadiem, selama tiga tahun ia melihat komitmen dari seluruh unit kerja dan satuan kerja di Kemendikbudristek telah menghasilkan sejumlah capaian membanggakan. Tahun lalu, Kemendikbudristek memperoleh penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai salah satu kementerian yang memiliki kinerja anggaran terbaik dibandingkan dengan 15 kementerian/lembaga lainnya pemegang nilai pagu yang besar.

Berikutnya, Kemendikbudristek memperoleh penilaian akuntabilitas kinerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun dari Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Kemudian, terkait keterbukaan informasi publik, Kemendikbudristek juga terus meraih kualifikasi informatif dari Komisi Informasi Pusat, serta berbagai penghargaan dari media dan lembaga terkait, khususnya untuk pengelolaan komunikasi.

Selain itu, menurut Nadiem, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi seluruh jajarannya di unit eselon 1 dan 2, PTN, LLDIKTI, UPT, dan satker yang berada di luar negeri, untuk semakin memperkuat gotong royong dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sebab ke depannya, tantangan dalam menjalankan tugas dan peran akan semakin kompleks. “Bapak/Ibu harus membawa tongkat estafet Merdeka Belajar, melanjutkan transformasi yang telah kita dorong selama ini, dan memastikan anak-anak Indonesia bisa sepenuhnya belajar dengan bahagia dan merdeka,” tekannya.

Pada kesempatan ini, Mendikbudristek mengucapkan selamat kepada unit kerja dan satuan kerja yang memperoleh penghargaan di bidang SAKIP, NKA, dan Keterbukaan Informasi publik. “Besar harapan saya bahwa penghargaan ini akan menjadi penyemangat bagi Ibu dan Bapak semua untuk semakin memperkuat kinerja individu maupun kinerja unit dan satuan kerja tempat Ibu dan Bapak mengabdi,” tuturnya.

Sementara bagi satuan kerja dan unit kerja yang masih belum memperoleh penghargaan, Menteri Nadiem mengajak untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran, koordinasi antarlembaga, akuntabilitas layanan, serta keterbukaan informasi publik. “Saya yakin kita semua memiliki komitmen bersama untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance yang mencakup kualitas penganggaran, berbasis pada kinerja dan data, berorientasi kepada hasil, serta pemenuhan asas keterbukaan informasi publik. Mari bersama-sama meneruskan perjalanan Merdeka Belajar untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” imbau Nadiem.

Dalam laporannya, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti menyampaikan bahwa pada 2022, Inspektorat Jenderal melakukan evaluasi SAKIP atas 303 unit kerja di Kemendikbudristek. Evaluasi tersebut mencakup bagaimana unit kerja melakukan perencanaan kinerja, implementasi, serta monitoring dan evaluasi sehingga berdampak pada kinerja organisasi.

Secara keseluruhan, terdapat peningkatan jumlah unit kerja di Kemendikbudristek yang meningkat Predikat SAKIP-nya menjadi A dengan persentase 58,08 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya (2021) dengan nilai 42,78 persen. Selain itu, Predikat SAKIP Kemendikbudristek, yang dievaluasi oleh Kemen PAN dan RB juga semakin menunjukkan perbaikan di mana terdapat kenaikan dari tahun 2021, yakni sebesar 78,92 menjadi 79,87 (predikat sangat baik) di tahun 2022.

Sedangkan terkait kinerja anggaran, Kemendikbudristek selalu menjadi salah satu K/L terbaik dalam pengelolaan anggaran yang dinilai oleh Kemenkeu berdasarkan tingkat capaian output, outcome, efisiensi, konsistensi antara perencanaan dan implementasi, serta realisasi Penyerapan Anggaran. “Terima kasih kepada Kemenpan RB yang terus membersamai Kemendikbudristek dalam meningkatkan kinerja organisasi,” ujar Suharti.

Penghargaan berikutnya terkait keterbukaan informasi publik yang bekerja sama dengan Komisi Informasi Pusat. Indikator penilaian kepatuhan keterbukaan informasi publik yaitu mencakup pengembangan laman (website), pengumuman informasi publik, pelayanan informasi publik, dan penyediaan informasi publik. Pada 2022, ada 47 unit kerja yang berpartisipasi dalam evaluasi keterbukaan informasi publik. Sebanyak tiga unit kerja meraih kualifikasi tertinggi yakni Informatif, enam unit kerja meraih kualifikasi cukup Informatif, delapan unit kerja meraih kualifikasi kurang informatif dan sisanya tidak informatif. “Mudah-mudahan ke depan semakin banyak unit kerja yang masuk kategori informatif,” harap Sesjen Suharti.

Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas, Aparatur, dan Pengawasan, Erwan Agus Purwanto mengatakan bahwa sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan instrumen untuk memastikan bahwa seluruh unit kerja mampu merumuskan kinerja yang ingin diraih untuk kemudian merancang program dan mengalokasikan anggaran. Dengan cara itu, prinsip result oriented government dapat diwujudkan.

“Saya mengapresiasi unit kerja di Kemendikbudristek yang mendapat apresiasi terkait keberhasilannya dalam menerapkan SAKIP. Semgoa ke depan implementasinya makin baik sehingga result oriented government bisa kita wujudkan,” harap Erwan.

Selanjutnya, Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, KemenPPN/ Bapennas, Subandi turut memberi apresiasi. Menurutnya, pencapaian satker dalam menerapkan SAKIP patut dicontoh dan bermanfaat bagi perwujudan dunia pendidikan yang lebih berkualitas.

Kemudian, Dirjen Anggaran Kemenkeu, Isa Rachmatarwata pada kesempatan ini juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran Kemendikbudristek yang telah memastikan seluruh kegiatan di bidang pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi berjalan dengan baik dan akuntabel. Oleh karena itu kata Isa, dari akuntabilitas yang baik tersebut, Kemendikbudristek dapat terus menyinergikan langkah untuk meningkatakan kualitas pengelolaan anggaran agar semakin relevan dengan keluaran dan capaian hasil kementerian. “Mari kita tingkatkan terus kinerja kita dalam pengelolaan anggaran,” ucap Isa.

Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti menambahkan Kemendikbudristek adalah salah satu kementerian yang sangat peduli dengan peningkatan kualitas SDM. Oleh karenanya, peran para pengelola anggaran menjadi sangat penting terutama dalam menentukan output. “Selamat atas capaiannya dari segi anggaran semoga menjadi penyemangat bagi kinerja kita agar lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Daftar Pemenang Anugerah SAKIP, Kinerja, dan Keterbukaan Informasi Publik Terbaik Tahun 2022

Penerima penghargaan SAKIP terbaik tahun anggaran 2022 terbagi atas kategori unit eselon 1, unit eselon 2, perguruan tinggi negeri (PTN), dan unit pelaksana teknis (UPT). Untuk unit eselon 1 pemenangnya adalah 1) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (90,00); 2) Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (89,25); dan 3) Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (88,15).

Berikutnya, penerima penghargaan SAKIP dengan nilai tertinggi pertama (90,00) untuk unit eselon 2 ada tiga pemenang, yaitu adalah 1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai; 2) Pusat Data dan Teknologi Informasi; serta 3) Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sedangkan untuk nilai tertinggi kedua (89,25) adalah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. Kemudian, untuk nilai tertinggi ketiga (88,05) ada dua pemenang, yaitu Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa serta Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

Selanjutnya, penerima penghargaan SAKIP untuk PTN adalah 1) Universitas Indonesia (90,00); 2) Universitas Negeri Semarang (88,15); dan 3) Universitas Airlangga (87,85). Sementara itu, penerima penghargaan SAKIP untuk nilai tertinggi pertama kategori UPT adalah 1) Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DKI Jakarta (89,45). Untuk nilai tertinggi kedua (89,25) ada dua, yaitu BPMP Jawa Tengah dan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Nilai tertinggi ketiga (89,10) pemenangnya adalah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah.

Daftar penerima penghargaan NKA terbaik tahun anggaran 2022 diberikan kepada unit organisasi eselon 1, satuan kerja unit organisasi eselon 2 pusat, PTN sebagai badan hukum, PTN dengan pola pengelolaan keuangan BLU, PTN dengan pola pengelolaan keuangan negara pada umumnya, dan satuan kerja UPT.

Penghargaan untuk kategori unit organisasi eselon 1 diberikan kepada 1) Inspektorat Jenderal (96,29); 2) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (94,87); dan 3) Direktorat Jenderal Kebudayaan (94,00). Kategori satuan kerja unit organisasi eselon 2 pusat, penghargaan diberikan kepada 1) Direktorat Kursus dan Pelatihan (98,87); 2) Sekretariat Jenderal PAUD Dasmen (97,78); dan 3) Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (97,67).

Untuk kategori PTN sebagai badan hukum, penghargaan diberikan kepada 1) Universitas Pendidikan Indonesia (92,30); 2) Universitas Indonesia (92,28); dan 3) Universitas Sebelas Maret (91,81). Untuk kategori PTN dengan pola pengelolaan keuangan BLU, penghargaan diberikan kepada 1) Universitas Terbuka (96,60); 2) Universitas Negeri Surabaya (96,11); dan 3) Universitas Syah Kuala (96,10).

Kategori PTN dengan pola pengelolaan keuangan negara pada umumnya, penghargaan diberikan kepada 1) Politeknik Negeri Bengkalis (98,39); 2) Politeknik Negeri Ketapang (98,29); dan 3) Politenik Negeri Jember (98,21). Untuk kategori satuan kerja UPT, penghargaan diberikan kepada 1) BPMP Provinsi Gorontalo (99,91); 2) BPMP Provinsi NTB (99,49); dan 3) BPCB Sulawesi Selatan (99,39).

Penerima penghargaan keterbukaan informasi publik kualifikasi informatif terbaik tahun anggaran 2022 adalah 1) Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Mesin dan Teknik Industri (92,33); 2) Politeknik Negeri Madura (90,59); 3) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X Padang (90,50). Sementara itu, untuk kualifikasi cukup informatif adalah 1) Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara (75,58); 2) Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat (71,52); 3) Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatra Utara (71,35); 4) Politeknik Negeri Padang (68,03); 5) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Bandung (63,53); serta 6) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIII Banda Aceh (60,43).

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar

FTBIN 2023 Jadi Wujud Apresiasi Edukatif Penutur Muda Bahasa Daerah

 

FTBIN 2023 Jadi Wujud Apresiasi Edukatif Penutur Muda Bahasa Daerah

Jakarta, 14 Februari 2023 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menggelar acara bertajuk Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) Tahun 2023 sebagai bentuk apresiasi kepada penutur bahasa daerah muda usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Adapun tema kegiatan FTBIN-sebagai diseminasi model pelindungan bahasa-adalah ‘Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Pendidikan Multilingual dalam Payung Merdeka Belajar’. Melalui platfotm Merdeka Belajar-17: Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD), Badan Bahasa terus menggalakkan upaya pelindungan bahasa daerah.

Pelindungan bahasa daerah melalui platform MB-17: RBD merupakan salah satu program pelindungan bahasa daerah berbasis sekolah, komunitas, dan/atau keluarga.

Pada acara pembukaan FTBI Nasional Tahun 2023, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan sambutan sekaligus pesan penyemangatnya di hadapan 215 siswa peserta pemenang sekaligus utusan dari 13 Provinsi yang mengadakan FTBI tingkat daerah.

“Besar harapan saya bahwa adik-adik pelajar yang telah mengikuti FTBI di daerah ataupun tingkat nasional tetap memiliki semangat untuk terus mempelajari dan menggunakan bahasa daerah,” tutur Nadiem dalam sambutannya, Senin (13/2).

Guna mendorong kecintaan berbahasa daerah, Menteri Nadiem juga menyampaikan bahwa Kemendikbudristek menyediakan buku-buku cerita anak berbahasa daerah sebagai pengayaan pembelajaran.

“Harapannya, anak-anak akan lebih termotivasi untuk mengenal dan mempelajari bahasa daerah,” sambung Nadiem seraya menyampaikan apresiasi atas gerakan ‘gotong royong’ dan komitmen 16 kepala daerah yaitu Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Gubernur Bali, Bupati Pangandaran, Bupati Alor, Bupati Paser, Bupati Buru, Bupati Tapanuli Selatan, Bupati Kotawaringin Barat, Walikota Parepare, Bupati Sarmi, Bupati Maluku Tenggara, Bupati Lombok Timur, dan Bupati Sula yang telah menyukseskan program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di wilayah administratifnya.

Senada dengan Mendikbudristek, Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz dalam laporan kegiatan mengungkapkan bahwa Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi pendamping penyelenggara (Co-Organizer) Forum Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day/IMLD) tahun 2023 bersama UNESCO yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 Februari di Paris, Prancis.

“Dengan melihat kesungguhan dan tingkat keberhasilan pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah di wilayahnya, salah satu dari 16 kepala daerah tersebut, yaitu Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman telah kami usulkan untuk menjadi panelis dalam Forum IMLD 2023,” urai Aminudin.

Pelaksanaan FTBIN 2023 dihelat di Jakarta mulai tanggal 12–16 Februari 2023. Dalam kesempatan tersebut para peserta akan menampilkan dongeng, pidato, lagu, pembacaan sajak, komedi tunggal (stand up comedy) menggunakan bahasa daerah masing-masing serta menulis aksara daerah.

Pada kesempatan berbeda, salah satu kepala daerah yang menerima apresiasi, Penjabat (Pj.) Bupati Buru, Djalaludin Salampessy menjelaskan pihaknya akan terus mendorong pembinaan bahasa daerah untuk siswa kelas 1 hingga 4 SD. “Lewat Kurikulum Merdeka, kami akan mengadopsi muatan lokal penggunaan bahasa daerah dalam interaksi sehari-hari serta tetap menguasai Bahasa Indonesia. Harapan saya untuk program revitalisasi dapat terus berjalan, dalam bahasa Buru rete mena bara sehe yang artinya maju terus pantang mundur,” tegasnya.

Selanjutnya, salah satu peserta dari Nusa Tenggara Timur, siswa kelas VII SMPN 1 Kahaungu Eti, Sumba Timur, Bakar Hanggar merasa senang mengunjungi Jakarta untuk pertama kalinya. “Saya merasa bangga menggunakan bahasa Kambera dan senang dapat bertemu langsung Bapak Nadiem,” ujar siswa yang didapuk menjadi perwakilan peserta pengalungan tanda kepesertaan FTBIN 2023 dan memiliki cita-cita menjadi pendeta tersebut.

Selain pemberian apresiasi untuk 16 kepala daerah, di dalam rangkaian acara FTBIN 2023 juga dilaksanakan penobatan Franka Makarim sebagai Bunda Bahasa Ibu oleh para pegiat bahasa dan sastra daerah serta pemerintah daerah. Sebagai salah satu mata acara dilaksanakan pula peluncuran antologi berjudul Zamrud Khatulistiwa yang memuat 80 cerita pendek berbahasa daerah yang ditulis oleh 73 siswa SD dan SMP, memuat 30 bahasa daerah dari 9 provinsi, yang dikurasi oleh 28 kurator.

Pada pembukaan FTBIN 2023, Menteri Nadiem dan para tamu yang hadir dihibur dengan penampilan medley lagu bahasa daerah dari 13 perwakilan asal provinsi peserta, mendongeng dalam bahasa daerah oleh peserta dari Sumatra Utara, Maluku Utara dan Bali serta penampilan Gending Karesmen Si Ujang jeung Doraemon yang diperankan oleh murid-murid sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari Pusat Kebudayaan Bumi Ageung, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#RevitalisasiBahasaDaerah

Kolaborasi Kemendikbduristek dan Lembaga di Luar Negeri dalam Membudayakan Bahasa Indonesia di Kancah Internasional

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Nomor: 814/sipers/A6/XII/2022

London, 22 Desember 2022—Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bekerja sama dengan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Inggris menyelenggarakan dialog bertema “Pemajuan dan Diplomasi Bahasa Indonesia: Arah dan Kebijakan”, pada Selasa (20/12). Acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mempromosikan dan membudayakan Bahasa Indonesia ke dunia internasional.

Bertindak sebagai narasumber yaitu E. Aminuddin Aziz, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan.

Acara yang dilakukan secara hibrida (hybrid) ini dipandu oleh Dorothy Ferary, Kepala APPBIPA Inggris dan diikuti oleh lebih dari 200 peserta luring dan daring. Peserta luring yang hadir di KBRI London berasal dari berbagai kota di Inggris, seperti Nottingham, Kent, Leeds, dan London. Sementara peserta daring berasal dari berbagai latar belakang mulai dari pegiat dan pengajar BIPA di Inggris dan Republik Irlandia, perwakilan APPBIPA baik itu di dalam dan luar negeri, perwakilan dari Badan Bahasa, Kantor Bahasa Propinsi, Balai Bahasa, serta mahasiswa dan masyarakat umum.

Dalam laporannya, Atase Pendidikan KBRI London, Khairul Munadi menjelaskan berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan oleh KBRI London. Terkait dengan upaya mempromosikan bahasa Indonesia adalah webinar internasionalisasi Bahasa Indonesia dan peluncuran buku “Bahasa Indonesia untuk Bahasa ASEAN” yang ditulis oleh PPI UK. Kemudian, kegiatan pelatihan dasar untuk calon guru BIPA, serta kegiatan kelas BIPA daring.

Selanjutnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris dan Republik Irlandia, Desra Percaya, mengutip pernyataan Nelson Mandela yaitu “If you talk to a man in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in his own language, that goes to his heart”. Menurut Desra, membuanakan bahasa Indonesia bukan hanya sekadar untuk berkomunikasi tetapi juga untuk mempererat hubungan diplomasi antarnegara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Bahasa, E. Aminuddin Aziz menjelaskan tentang peluang-peluang internasionalisasi Bahasa Indonesia dan menyebutkan berbagai program yang telah dilakukan Badan Bahasa. Program tersebut antara lain adalah pembuatan bahan ajar BIPA serta buku-buku pendukung literasi. Salah satunya adalah buku Antologi Cerita Anak Indonesia, yang pada kesempatan ini diberikan Kepala Badan Bahasa kepada Desra Percaya. Hal tersebut sebagai simbol komitmen kerja sama antara Badan Bahasa dengan KBRI London dalam pengembangan BIPA di wilayah Inggris dan Republik Irlandia.

Dalam paparannya, E. Aminuddin Aziz juga memaparkan tentang program penugasan kepada lebih dari 300 guru BIPA di 430 lembaga. Hal ini berhasil meningkatkan jumlah pemelajar BIPA yang difasilitasi oleh Badan Bahasa, di mana dari 90.449 pemelajar di tahun 2021, di tahun 2022 angkanya naik menjadi 150.290 pemelajar.

Selain itu, program lain yang telah dikembangkan oleh Badan Bahasa adalah platform digital Halo Bahasa. Badan Bahasa juga berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan KBRI di berbagai negara serta diaspora Indonesia untuk mempromosikan dan memfasilitasi pengajaran BIPA.

Sementara itu, dalam paparannya, Putra Nababan menekankan bahwa selain pendekatan secara B2B (business to business) dan G2G (government to government), penting adanya pendekatan P2P (people to people) dalam mempromosikan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilibatkan pula masyarakat luas. Pengenalan Bahasa Indonesia di dunia internasional menurutnya akan lebih efektif ketika semua orang bergerak bersama.

Setelah seluruh narasumber selesai menyampaikan paparan, acara berlanjut ke sesi tanya jawab. Peserta nampak antusias menanyakan berbagai pertanyaan. Salah satu peserta yang hadir secara luring yakni Richard Kuhon, pegiat BIPA yang berdomisili di London, menyampaikan komentarnya tentang penyelenggaraan acara.

“Pemaparan para narasumber di acara ini sangat relevan dengan kebutuhan diaspora Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam diplomasi Bahasa Indonesia. Khususnya untuk pegiat, kami semakin termotivasi untuk mempromosikan budaya dan bahasa Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Baetty salah satu pengajar BIPA yang berdomisili di Nottingham mengatakan bahwa kegiatan seperti ini membuat pengajar BIPA semakin semangat untuk mengenalkan Bahasa Indonesia ke tingkat internasional.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Bagaimana Sebuah Kata Masuk ke KBBI

Untuk menjadi “warga” Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sebuah kata harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia secara sematis, leksikal, fonetis, pragmatis, dan penggunaan (usage). Persyaratan tersebut diwakili oleh hal berikut.

  1. Unik. Kata yang diusulkan, baik berasal dari bahasa daerah, maupun bahasa asing, memiliki makna yang belum ada dalam bahasa Indonesia. Kata tersebut akan berfungsi menutup rumpang leksikal (lexical gap), kekosongan makna dalam bahasa Indonesia, contohnya tinggimini, yaitu sebuah tradisi beberapa suku di Papua, seperti Muyu dan Dani berupa pemotongan jari tangan untuk menunjukkan kekecewaan atau duka mendalam atas meninggalnya salah satu anggota keluarga yang biasanya dilakukan oleh kaum perempuan.

 

  1. Eufonik (sedap didengar). Kata yang disusulkan tidak mengandung bunyi yang tidak lazim dalam bahasa Indonesia atau dengan kata lain sesuai dengan kaidah fonologi bahasa Indonesia. Persyaratan ini dimaksudkan agar kata tersebut mudah dilafalkan oleh oleh penutur bahasa Indonesia dengan beragam latar bahasa ibu, contohnya akhiran /g/ dalam bahasa Betawi/Sunda/Jawa menjadi /k/ dalam bahasa Idonesia atau fonem /eu/ dalam bahasa Sunda menjadi /e/ dalam bahasa Indonesia.

              ojeg  > ojek

              keukeuh > kekeh

 

  1. Seturut kaidah bahasa Indonesia. Kata tersebut dapat dibentuk dan membentuk kata lain dengan kaidah pembentukan kata bahasa Indonesia, seperti pengimbuhan dan pemajemukan.

             kundur > (ter)kunduri

 

  1. Tidak berkonotasi negatif.  Kata yang memiliki konotasi negatif tidak dianjurkan masuk karena kemungkinan tidak berterima di kalangan pengguna tinggi, misalnya beberapa kata yang memiliki makna sama yang belum ada dalam bahasa Indonesia. Dari beberapa kata tersebut, yang akan dipilih untuk masuk ke dalam KBBI adalah kata yang memiliki konotasi lebih positif. Kata lokalisasi dan pelokalan, misalnya, memiliki makna sama. Bentuk terakhir lebih dianjurkan karena memiliki konotasi yang lebih positif. Konotasi tersebut dapat dilihat dari sanding kata yang mengikuti setiap kata tersebut. Contoh dari korpus (http://corpora.informatik.uni-leipzig.de/de/res?corpusId=ind_mixed_2013&word=) berikut dapat menjelaskan hal tersebut.

                                                                                                  

                                                                                           Pelokalan

 

                                      

                                                     Lokalisasi

 

  1. Kerap dipakai. Kekerapan pemakaian sebuah kata diukur menggunakan frekuensi (frequence) dan julat (range). Frekuensi adalah kekerapan kemunculan sebuah kata dalam korpus, sedangkan julat adalah ketersebaran kemunculan kata tersebut di beberapa wilayah. Sebuah kata dianggap kerap pakai kalau frekuensi kemunculannya tinggi dan wilayah kemunculannya juga tersebar secara luas, contohnya kata bobotoh yang ketersebaran penggunaannya meluas di beberapa kota di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi serta frekuensi kemunculannya juga tinggi. Hal tersebut dapat dilihat melalui beberapa laman seperti Googletrends dan Google search.

 

 

Julat (https://trends.google.co.id/trends/explore?q=bobotoh)

 

                     Frekuensi (https://www.google.co.id/search)

                                                                                                                                                                                                              (AD)

Bidang Pengembangan

Pusat Pengembangan dan Pelindungan

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa