Arsip Kategori: Berita

Uji Keterbacaan Bahan Produk Penerjemahan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023: Cerita Anak Berbahasa Daerah Bengkulu-Indonesia di Kabupaten Bengkulu Tengah

Uji Keterbacaan Bahan Produk Penerjemahan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023: Cerita Anak Berbahasa Daerah Bengkulu-Indonesia di Kabupaten Bengkulu Tengah

Jalinan MediaKamis, (1/6), Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Bahan Produk Penerjemahan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023: Cerita Anak Berbahasa Daerah Bengkulu-Indonesia pada hari Kamis, 1 Juni 2023 di SD Negeri 15 Bengkulu Tengah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Ibu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Ibu Sri Surniati, S.E.; Kepala SD Negeri 15 Bengkulu Tengah, Ibu Ani Kurnia, M.Pd.; dan  Koordinator KKLP Penerjemahan, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Hellen Astria, M.Pd.. Dalam sambutannya, Ibu Laily menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan uji keterbacaan ini merupakan tahapan lanjutan dalam kegiatan Penerjemahan di Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan uji keterbacaan di Kabupaten Kepahiang menyasar pada sasaran peserta yang menguasai bahasa Rejang, tahapan selanjutnya adalah melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Naskah Cerita Anak Berbahasa Daerah Bengkulu-Indonesia kepada calon sasaran pembaca di Kabupaten Bengkulu Tengah, menyasar pada calon sasaran pembaca yang mengusai bahasa Bengkulu dialek Lembak, dialek Bengkulu Kota, dan dialek Pekal, serta bahasa Enggano.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Ibu Sri Surniati, S.E. menyampaikan apresiasinya kepada Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu yang telah memilih Kabupaten Bengkulu Tengah sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang akan mengikuti proses uji keterbacaan. Beliau berharap semoga tahun depan kegiatan yang sama akan dilaksanakan lagi dengan mengundang lebih banyak perwakilan siswa yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah, mengingat ada banyak bahasa daerah yang dituturkan oleh masyarakat di kabupaten ini.

Kegiatan yang berlangsung selama sat  hari ini dihadiri oleh 45 siswa sekolah dasar yang berasal dari sembilan sekolah yang berbeda di Kabupaten Bengkulu Tengah, yaitu SD Negeri 72, SD Negeri 12, SD Negeri 17, SD Negeri 40, SD Negeri 1, SD Negeri 63, SD Negeri 15, SD Negeri 27, dan SD Negeri 76. Pemilihan peserta pada kegiatan ini dilakukan berdasarkan persyaratan bahasa daerah yang dikuasai oleh para peserta sesuai dengan bahasa yang digunakan dalam naskah cerita anak yang akan diujikan. Adapun tujuh naskah cerita yang diujikan terdiri atas tujuh judul cerita anak, yang terdiri atas dua cerita anak berbahasa Bengkulu dialek Lembak-Indonesia, tiga cerita anak berbahasa Bengkulu dialek Kota Bengkulu-Indonesia, satu judul cerita anak berbahasa Bengkulu dialek Pekal-Indonesia, dan satu judul cerita anak berbahasa Enggano-Indonesia. Dipandu oleh Koordinator KKLP Penerjemahan, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Ibu Helen Astria, M.Pd., kegiatan uji keterbacaan ini berjalan dengan lancar dan seru. Semangat anak-anak saat membaca naskah cerita diikuti dengan jiwa kompetitif mereka untuk selesai lebih dulu dibanding teman-temannya membuat suasana menjadi riuh. Setelah membaca naskah yang diberikan secara berulang-ulang, para peserta pun diminta untuk mengisi lembar kuesioner tentang tingkat keterbacaan, tingkat keberterimaan, dan tingkat keakuratan naskah yang diujikan, yang terdiri atas 15 pertanyaan. Proses pengisian kuesioner ini dipandu oleh Koordinator KKLP Penerjemahan, diselingi pengambilan video respons dari para peserta terhadap pertanyaan yang ada di dalam lembar kuesioner. Di akhir kegiatan, para peserta pun dipandu untuk mengisi lembar evaluasi terhadap kegiatan uji keterbacaan ini. (HA)

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu dan Upaya Peningkatan Kompetensi Komunitas Penggerak Literasi di Provinsi Bengkulu

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu dan Upaya Peningkatan Kompetensi Komunitas Penggerak Literasi di Provinsi Bengkulu

Jalinan Media– Minggu, (4/6), Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu mengundang 21 komunitas penggerak literasi di Provinsi Bengkulu untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Provinsi Bengkulu. Kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi ini dilaksanakan di Hotel Santika selama tiga hari ke depan, yaitu 4—6 Juni 2023. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Ibu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., didampingi oleh Koordinator Tata Usaha, Bapak Mariam Tomy, S.E., M.Ak. dan Ketua Panitia Kegiatan, sekaligus Koordinator KKLP Literasi, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Ibu Olga Chaesa Novianti, S.S..

Dalam sambutannya, Bu Laily menyampaikan harapannya agar kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini akan dapat mencapai tujuan dilaksanakannya kegiatan ini. Salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk meningkatkann manajemen komunitas penggerak literasi yang ada di Provinsi Bengkulu. Peserta akan disuguhi materi-materi terkait pengelolaan pojok baca dan perpustakaan, pemelajaran dan penerapan enam literasi dasar, penguatan manajemen komunitas, dan penyusuan program komunitas penggerak literasi. Oleh karena itu, kegiatan ini mengundang narasumber yang mumpuni pada bidangnya. Pada hari pertama (Minggu, 4 Juni 2023), narasumber yang menyampaikan materi tentang Kebijakan Literasi adalah Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Ibu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum. dan materi Pengelolaan Pojok Baca/Perpustakaan yang disampaikan oleh Bapak Tony Hartanto, S.Sos. dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu. Pada hari kedua (Senin, 5 Juni 2023), materi Pemelajaran dan Penerapan Enam Literasi Dasar disampaikan oleh DR. Puteri Asmarini, S.S., M.A, Widyabasa Ahli Madya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,  materi Motivasi Pengelolaan Komunitas Literasi oleh komunitas literasi kategori A., Penguatan Manajemen Komunitas Literasi oleh Ketua FTBM Provinsi Bengkulu dan Penyusunan Program Komunitas Literasi oleh Ketua FTBM Kota Bengkulu. Pada hari ketiga (Selasa, 6 Juni 2023) penutupan oleh panitia.

Di sisi lain, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui KKLP Literasi terus mengadakan kegiatan pembinaan komunitas penggerak literasi di seluruh Indonesia. Hal ini berkaitan dengan tugas dan fungsinya dalam program Gerakan Literasi Nasional (GLN). Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu sebagai perpanjangan tangan Badan Bahasa di Provinsi Bengkulu terus melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan komunitas penggerak literasi. Kegiatan ini terus dilakukan untuk meningkatkan giat literasi di komunitas dajn masyarakat. (OCN)

Festival Digital Musikalisasi Puisi bagi Siswa SMA/SMK/MA se-Provinsi Bengkulu Tahun 2023

Festival Digital Musikalisasi Puisi bagi Siswa SMA/SMK/MA se-Provinsi Bengkulu Tahun 2023

Jalinan Media – Penyelenggaraan Festival Digital Musikalisasi Puisi (Muspus) tahun 2023 sudah sampai pada titik puncaknya, yaitu penyerahan piala kepada seluruh pemenang. Informasi yang terhimpun oleh Tim Jalinan Media Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu terkait penyelenggaraan kegitan ini, terdapat 21 tim muspus yang telah mengirimkan video digitalnya kepada panitia.  Ada pun ke-21 tim tersebut merupakan tim muspus yang berasal dari SMA/SMK/MA  seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bengkulu.

Dari 21 video yang masuk, dewan juri telah melakukan penilaian secara detil dan objektif, sehingga mendapatkan enam video terbaik yang ditetapkan sebagai pemenang pada tahun ini. Penilaian dilakukan secara saksama di Aula Raflesia Kantor Bahasa provinsi Bengkulu oleh tiga juri yang berkompeten, yaitu Dwi Laily Sumawati, S.Pd., M.Hum., Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Dr. Agus Fajar Hariadi, M.T., dari Bagian Pusdatin, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, dan Chandra Pratama, Praktisi Musik yang telah berpengalaman di Bidang Musikalisasi Puisi. Ketua Panitia Festival Digital Musikalisasi Puisi tahun ini, M. Yusuf, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa pemilihan tim juri ini berdasarkan komposisi kewenangan dan professionalisme di bidangnya masing-masing. Kepala Kantor Bahasa adalah penanggung jawab kegiatan, Bagian Pusdatin adalah bagian yang identik dengan teknologi informatika dan digital sebagai rekomendasi dari Kepala Danas Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan mitra kolaboratif dalam kegiatan ini, serta Praktisi Musikalisasi Puisi adalah narasumber kegiatan Bengkel Sastra yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Kantor Bahasa.

“Kita sengaja memilih tim juri ini karena dari awal sudah ada program yang kita yang lakukan dengan melibatkan tiga komponen ini. Jadi para peserta sudah mendapatkan informasi yang lengkap terkait kisi-kisi penilaian dalam kompetisi ini.” tutur Yusuf.

Sebagai informasi, kegiatan ini didukung penuh oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Bapak Saidirman, S.E., M.Si., dengan memberikan Piala Bergilir sebagai tambahan hadiah untuk Pememang I. Oleh karena itu, seyogyanya kegiatan ini akan menajadi salah satu program prioritas di kedua lembaga sebagai bentuk kerja sama nyata dalam peningkatan apresiasi siswa terhadap bahasa dan sastra di sekolah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat mengasah talenta siswa dalam bermusik dan menyanyi. Apalagi nyanyian yang disuguhkan itu berasal dari naskah puisi yang sarat dengan penanaman karakter dan pesan moral. Jadi saya akan terus mengimbau seluruh kepala sekolah SMA/SMK/MA se-Provinsi Bengkulu untuk ikut berpartisipasi menyiapkan peserta didiknya pada tahun-tahun mendatang agar ikut menjadi peserta dan meramaikan kegiatan ini. Tahun ini baru 21 yang mendaftar, saya berharap tahun-tahun berikutnya para Kepala Cabang Dinas di daerah turut menyosialisasikan kegiatan ini sehingga semua daerah megirimkan peserta terbaiknya. Saya sudah menyiapkan piala bergilir dan piagam penghargaan sebagai bentuk dukungan penuh kepada Kantor Bahasa.” Ungkap Saidirman.

Semua pemenang mendapatkan hadiah berupa plakat, piagam penghargaan, uang pembinaan, dan piala bergilir untuk Pemenang I. Berikut Daftar Pemenang Festival Digital Musikalsiasi Puisi Tahun 2023 serta rincian uang pembinaan yang diperoleh.

Nama Sekolah Peringkat Uang Pembinaan
SMAK Sint Carolus Kota Bengkulu Pemenang I Rp6.000.000,00
SMAN 1 Lebong Pemenang II Rp5.000.000,00
SMAN 5 Kota Bengkulu Pemenang III Rp4.000.000,00
MAN 2 Bengkulu Utara Pemenang Harapan I Rp3.000.000,00
SMAN 11 Kota Bengkulu Pemenang Harapan II Rp2.500.000,00
SMAN 1 Bengkulu Tengah Pemenang Harapan III Rp2.000.000,00

 

Untuk melihat penampilan pemenang secara lengkap, Anda dapat menyaksikannya pada kanal Youtube Kantor Bahasa Bengkulu. @JM

Krida Duta Bahasa: Pelatihan Penulisan Cerita Pendek Berbahasa Daerah Bengkulu Tingkat SMA/SMK/MA Resmi Ditutup

Jalinan Media—Bertempat di Aula Asoka, Hotel Adeeva, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu
(Kantor Bahasa), Dwi Laily Sukmawati, secara resmi menutup kegiatan Krida Duta Bahasa: Pelatihan
Penulisan Cerita Pendek Berbahasa Daerah Bengkulu Tingkat SMA/SMK/MA di Kota Bengkulu siang hari
ini, Sabtu (27/5). Krida Duta Bahasa ini merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk
meningkatkan minat siswa SMA/SMK/MA dalam menulis cerita pendek berbahasa daerah sebagai
bagian dari upaya revitalisasi bahasa daerah (RBD) yang gencar disosialisasikan Badan Pengembangan
dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek.
Dari enam pertemuan yang dimulai pada 8 April 2023, 50 siswa SMA/SMK/MA se-Provinsi
Bengkulu dibimbing langsung oleh para narasumber agar dapat menciptakan cerpen berbahasa daerah
Bengkulu yang baik dan bernilai sastra serta kearifan lokal. Melihat antusiasme peserta, ketua
penyelenggara, Defita Juliansyah, berharap 50 cerpen yang dihasilkan peserta dapat dibuat menjadi satu
buku antologi cerpen.
“Awalnya kami hanya mengundang siswa dari Kota Bengkulu karena berbagai pertimbangan dan
keterbatasan. Akan tetapi, dikarenakan minat siswa dari luar kota juga besar terhadap kegiatan ini,
maka kami akhirnya turut mengajak siswa dari Kabupaten terdekat, seperti Bengkulu Tengah dan
Kepahiang,” jelas Defita.
Apa yang diungkapkan Defita senada dengan ucapan Windy Okta Melisa, siswa SMA Negeri 1
Bengkulu Tengah. Menurut dia, pelatihan yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa dan Ikatan Duta
Bahasa (Ikadubas) Provinsi Bengkulu ini memberikan banyak manfaat. Selain berhasil mendapatkan
teman baru dan ilmu, Windy merasa pengalaman untuk menulis cerpen berbahasa daerah Bengkulu
dengan baik dan benar juga amat penting. “Sebagai warga Bengkulu, saya senang dapat menulis cerpen
dalam bahasa Bengkulu.”
Dalam sambutannya, Dwi Laily mengungkapkan rasa harunya atas keberhasilan Ikadubas
Provinsi Bengkulu sebagai mitra dari Kantor Bahasa menyelenggarakan kegiatan dengan baik. Dia pun
mengamini keinginan Defita untuk membukukan cerpen peserta hasil dari pelatihan selama enam
pertemuan untuk dijadikan buku antologi cerpen. Untuk itu, Dwi Laily meminta kepada para duta
bahasa untuk dapat melakukan penyuntingan terhadap cerpen yang dihasilkan.
“Jangan sampai ada cerpen yang menggunakan bahasa daerah, tetapi bahasa daerah versi
bahasa Indonesia, atau malah bahasa daerah versi asing,” imbuh dia.
Sebelum menutup acara, Kepala Kantor berpesan agar semangat dari kegiatan ini jangan
berhenti sampai di sini. Dia juga mengajak para siswa untuk mengirimkan tulisan mereka ke Literabasa,
majalah dwibahasa Bengkulu-Indonesia terbitan Kantor Bahasa yang naik cetak dua kali dalam setahun.
Selanjutnya, penyelenggara membagikan hadiah lawang dan piagam kepada tiga peserta
terbaik, tiga peserta paling aktif, dan tiga peserta terniat, sebagai apresiasi kepada komitmen mereka
yang telah bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan pelatihan selama hampir dua bulan. (JH)

Uji Keterbacaan Bahan Produk Penerjemahan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023: Cerita Anak Berbahasa Daerah Bengkulu-Indonesia

Jalinan MediaKamis, (26/5), Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Bahan Produk Penerjemahan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023: Cerita Anak Berbahasa Daerah Bengkulu-Indonesia pada hari Kamis, 26 Mei 2023 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Kepahiang. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Ibu Suriani, S.Pd., didampingi oleh Koordinator KKLP Penerjemahan, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Hellen Astria, M.Pd.. Dalam sambutannya Ibu Suriani, S.Pd. menyampaikan apresiasinya kepada Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu yang telah memilih Kabupaten Kepahiang sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang akan mengikuti proses uji keterbacaan. Beliau berharap semoga tahun depan kegiatan yang sama akan dilaksanakan lagi dengan mengundang lebih banyak perwakilan siswa yang ada di Kabupaten kepahiang, mengingat ada banyak bahasa daerah yang dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Kepahiang, tidak hanya Rejang, tetapi juga bahasa Bengkulu dialek Serawai, dialek Kota Bengkulu, dll.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator KKLP Penerjemahan, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Hellen Astria, M.Pd. menyampaikan permohonan maaf sekaligus salam hormat dari Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu yang pada saat ini sedang mengikuti kegiatan di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Bu Hellen juga menyampaikan bahwa dilaksanakannya kegiatan uji keterbacaan ini merupakan tahapan lanjutan dalam kegiatan Penerjemahan di Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan lokakarya hasil penerjemahan naskah cerita anak berbahasa daerah Bengkulu-Indonesia, tahapan selanjutnya adalah melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Naskah Cerita Anak Berbahasa Daerah Bengkulu-Indonesia kepada calon sasaran pembaca pada beberapa kabupaten yang mewakili bahasa daerah yang digunakan di dalam naskah cerita anak. Pada tahap pertama ini, kegiatan uji keterbacaan ini dilaksanakan di Kabupaten Kepahiang, menyasar pada sasaran pembaca yang merupakan penutur jati bahasa Rejang dan bahasa Bengkulu dialek Serawai. Adapun tujuh naskah cerita yang diuji-keterbacaan-kan di Kabupaten Kepahiang terdiri atas lima judul cerita anak berbahasa Rejang-Bengkulu dan dua judul cerita anak berbahasa Bengkulu dialek Serawai-Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini dihadiri oleh 45 siswa sekolah dasar di Kabupaten Kepahiang, yang berasal dari tiga sekolah yang berbeda, yaitu SD Negeri 11 Kepahiang, SD Negeri 17 Kepahiang, dan SD Negeri 18 Kepahiang. Pemilihan peserta pada kegiatan ini dilakukan berdasarkan persyaratan bahasa daerah yang dikuasai oleh para peserta sesuai dengan bahasa yang digunakan dalam naskah cerita anak yang akan diujikan. Dipandu oleh tim panitia dari Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Kak Jimmy Hendarta, S.S. dan Kak Riqqah Dhiya Ramadhanty, M.A., kegiatan uji keterbacaan ini berjalan dengan lancar dan seru. Semangat anak-anak saat membaca naskah cerita diikuti dengan jiwa kompetitif mereka untuk selesai lebih dulu dibanding teman-temannya membuat suasana menjadi riuh. Setelah membaca naskah yang diberikan secara berulang-ulang, para peserta pun diminta untuk mengisi lembar kuesioner tentang tingkat keterbacaan, tingkat keberterimaan, dan tingkat keakuratan naskah yang diujikan, yang terdiri atas 15 pertanyaan. Proses pengisian kuesioner ini dipandu oleh Koordinator KKLP Penerjemahan, diselingi pengambilan video respons dari para peserta terhadap pertanyaan yang ada di dalam lembar kuesioner. Di akhir kegiatan, para peserta pun dipandu untuk mengisi lembar evaluasi terhadap kegiatan uji keterbacaan ini. (HA)