Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Lakukan Koordinasi Pra-RBD dengan Pemerintah Kabupaten Seluma

Jalinan Media– 7 Desember 2022, Pimpinan bersama Tim Pelindungan dan Pemoderenan Bahasa dan Sastra Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu melakukan koordinasi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma terkait rencana kegiatan RBD dan FTBI di tahun mendatang. RBD adalah kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah, sedangkan FTBI adalah Festival Tunas Bahasa Ibu yang akan segera dilaksanakn di awal tahun depan. Pimpinan Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Ibu Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., bersama Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Ferdiana Angraini, S.S., dan Anggota Humas Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Jimmy Hendarta, S.S. disambut baik oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma, H. Hadianto, S.E., M.M., M Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, Bapak Supratman, M.M. yang didampingi oleh Kasi Kurikulum Sekolah Dasar (SD), Bapak Sigit Budiyanto, S.Ip., M.Ap. dan Kasi Kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bapak Marwan, M.Pd. di ruang kerja beliau.

Tujuan koordinasi ini adalah untuk menyampaikan informasi tentang konsep RBD dan FTBI kepada pemangku kebijakan di Daerah Seluma karena kegiatan tersebut akan melibatkan masyarakat penutur jati yang ada di daerah tersebut melalui lembaga pemerintah terkait. Oleh karena itu, perlu dilakukan koordinasi sebagai langkah awal untuk menyamakan pandangan. Bapak Hadianto dan seluruh jajaran dinas di Kabupaten Seluma berjanji akan mendukung kegiatan ini secara penuh. Sebagaiman kita ketahui bahwa masyarakat Kabupaten Seluma adalah penutur jati untuk bahasa Bengkulu dialek Serawai.

Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu berharap dari kegiatan koordinasi ini dapat mengukur semangat Daerah Kabupaten Seluma dalam menyukseskan kegiatan RBD dan FTBI Provinsi Bengkulu tahun 2023 mendatang. Bahasa daerah adalah bahasa nenek moyang kita. Untuk itu, marilah kita jaga dan selamatkan bahasa daerah dari kepunahan agar tuturnya sampai pada akhir usia anak cucu kita.

Tags:

Comments are closed

Pojok Bahasa & Sastra
Selanjutnya ...
Arsip
Lokasi