Kura-Kura Berbesan dengan Alap-Alap

Hiduplah seekor kura-kura yang berbesan dengan burung Alap-alap, Kura-kura hidupnya di tanah dekat dengan pembuangan sampah, sedangkan burung Alap-alap hidupnya di udara.

“Kura-kura, maukah engkau pergi denganku, melihat dunia yang ramai?”tanya alap-alap.

“Mau wahai elang,”jawab kura-kura.

“kalau begitu, berpeganglah pada ekorku,”kata burung Alap-alap. Lalu digigitlah ekor burung alap-alap oleh kura-kura.

Lalu burung alap-alap terbang tinggi bersama dengan kura-kura, sambal bernyanyi.

“Oh alangkah indahnya di sini, wahai besan maukah engkau melihat negeri yang bagus dengan pesta yang ramai,”tanya burung alap-alap.

“Ehem…ehem,”jawab kura-kura. Lalu burung alap-alap terbang semakin tinggi. Dan bernyanyi.”Wahai besan, maukah engkau melihat laut Lepas?|

Sang kura-kura menjawab. Ehem…ehem. 

Sang alap-alap terbang makin tinggi sambal bernyanyi, “Wahai besan maukah engkau melihat Beteri mandi telanjang?”tanya alap-alap. Mendengar itu sang kura-kura tertawa terbahak-bahak dan tak menyadari gigitannya di ekor alap-alap terlepas. Dan sang kura-kura jatuh di dekat pohon rotan tak jauh dari pondok raja.

Kura-kura pura-pura main ayunan sambil bernyanyi.

“Oh  alangkah indahnya di sini, Beteri yang cantik mengapa raja memaksa aku menikah dengan Beteri, tetapi aku tidak ingin menikah dengan Beteri,”

Seekor monyet terkejut mendengar perkataan kura-kura.”Hei kura-kura apa yang kamu katakan?”tanya monyet besar.

“Iya, raja memaksa aku menikah denga Beteri, tapi aku tidak mau,”jawab kura-kura.

“Kalau kamu tidak mau menikah dengan Beteri, biar aku saja,”kata monyet.

“Baiklah monyet, kalau kamu mau menggantikan aku menikah dengan puteri raja, Gantikanlah aku main ayunan di akar Rotan ini, lepaskanlah akar rotan ini dari tubuhku,”kata kura-kura.

Si monyet melepaskan lilitan rotan di tubuh kura-kura, kemudian monyet yang bergelayutan di pohon rotan. Dan monyet itupun bernyanyi.

“Alangkah senangnya di sini, aku akan dinikahkan dengan Beteri putri raja.”

Raja mendengar monyet bernyanyi, Raja sangat marah. “Hei monyet, apa yang engkau katakan, engkau ini perusak ladang dan sawahku,”teriak raja sambil mengambil parang. Lalu dibunuhlah monyet itu oleh sang raja. Dan monyet itupun mati.