UKBI

Untuk menyetarakan bahasa Indonesia agar sejajar dengan bahasa-bahasa besar di dunia, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI merupakan tes standar untuk mengetahui kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia, baik penutur jati maupun penutur asing. Sebagai bangsa yang memiliki bahasa modern yang multifungsi dan memiliki jumlah penutur yang besar, bangsa Indonesia memang harus memiliki sarana evaluasi mutu penggunaan bahasa Indonesia. Tanpa menafikan peran wahana lain, UKBI memiliki fungsi yang amat strategis, tak hanya untuk meningkatkan kualitas bahasa Indonesia serta penggunaan dan pengajarannya, tetapi juga untuk memupuk sikap positif dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bahasanya.

Penyusunan dan pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) telah ditetapkan di dalam Permendiknas No. 36 Tahun 2010. Penggunaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di masyarakat telah diatur di dalam keputusan Mendiknas No. 152/U/2003. Hak Cipta Produk yang dimiliki UKBI tertuang di dalam Surat Pendaftaran Ciptaan Kementerian Hukum dan HAM No. 023993 dan 023994 tertanggal 8 Januari tahun 2004 dan telah diperbarui pada tahun 2011 atas nama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Semua ihwal UKBI, antara lain dari pendaftaran peserta, informasi pengujian, pendaftaran TUKBI (Tempat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) dan penyelenggaraannya dapat ditanyakan langsung ke Kantor Bahasa Bengkulu melalui koordinator UKBI. Anda juga bisa mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai UKBI dengan mengunjungi laman resmi UKBI.

Selamat Memanfaatkan UKBI. Selamat Memartabatkan Bahasa Indonesia.

 

Koordinator UKBI Kantor Bahasa Bengkulu: Hellen Astria, S.Pd. (0852-6756-4249)